Wednesday, December 8, 2010

Perbalahan SUNNAH-SYIAH menguntungkan ISRAEL

Assalammualaikum wbtwrh

Aku akui aku tidak pandai menulis artikel dan sejarah tentang kelompok-kelompok Islam di dunia. Namun aku akui, perselisihan umat Islam sekarang memberi keuntungan kepada Israel, Amerika dan sekutu-kutunya untuk menghancurkan Islam. Lenyapkanlah segala fitnah yang pernah ditaburkan dan jangan membara kan lagi api yang sudah semarak itu. Umat Islam harus bersatu, bersatu dalam akidah, pemikiran dan perjuangan.

Wahai Orang-Orang Berakal di Antara Kelompok Sunnah dan Syi`ah!

Oleh: `Aidh Al-Qarniy.

Sejauh ini kita telah gagal menghapus perbedaan pendapat di antara kelompok Sunnah dan Syi`ah, walaupun telah berlalu puluhan abad. Maka wajiblah kita mengakui bahwa perbedaan tersebut adalah sesuatu yang memang ada, namun jangan sekali-kali mengembangkannya sehingga menjadi pertentangan berdarah. Cukuplah luka-luka yang kita derita. Cukuplah perpecahan yang mengoyak-koyak kita. Sudah amat banyak bencana yang menghancurkan kita, umat Islam. Sementara itu, zionisme internasional selalu bersiap-siap untuk menghancurkan kita dan mencerabut eksistensi kita dari akar-akarnya. Apa gunanya mengulang-ulang pidato-pidato yang mencaci maki, menyakiti hati, memprovokasi, memusuhi dan menyebut-nyebut kejelekan dan aib masing-masing kelompok? Manfaat apa yang diharapkan dari permusuhan yang menumpahkan darah si Sunni maupun si Syi`i?

Masing-masing kelompok di antara Sunnah dan Syi`ah menganut kepercayaan tentang kebenaran mazhabnya sendiri dan kesalahan mazhab selainnya. Anda takkan mampu mengubah prinsip-prinsip utama yang telah dipercayai manusia sepanjang mereka tetap berkeras hati untuk mempertahankannya. Kami, Ahlus-Sunnah, beri`tiqad bahwa kebenaran ada pada kami, baik melalui Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Dan apabila kaum Syi`ah (mungkin) merasa bahwa kami kurang memberikan penghargaan kepada hak Ahlul-Bait, maka kami ingin menegaskan dengan kuat, terus terang, tanpa tedeng aling-aling, bahwasanya kami berlepas tangan di hadapan Allah dari siapa saja yang merendahkan urusan Ahlul-Bait, atau mencaci mereka atau melecehkan mereka. Bersamaan dengan itu, kami meminta agar kaum Syi`ah juga berhenti merendahkan martabat para Sahabat Nabi saw. atau melecehkan mereka atau mencaci mereka. Membela dan menjaga kehormatan Ahlul-Bait dan para Sahabat merupakan kewajiban atas setiap Muslim dan Muslimah.

Menjadi kewajiban orang-orang berakal, dari kalangan Sunnah dan Syi`ah, untuk berupaya sungguh-sungguh mengubur segala macam fitnah (penyebab pertikaian) di antara mereka, menghindari segala bentuk provokasi atau kebiasaan melempar ancaman ataupun tuduhan pengkhianatan ke alamat kelompok yang lain.

Wahai orang-orang berakal di kalangan Sunnah dan Syi`ah! Cabutlah semua sumbu pertikaian. Padamkanlah semua api pertikaian. Janganlah menambah lagi bencana umat ini di atas segala bencana yang sudah mereka alami.

Wahai orang-orang berakal di kalangan Sunnah dan Syi`ah, biarlah masing-masing memilih jalannya sendiri, biarlah masing-masing menentukan arah pandangannya sendiri, sampai kelak saat Allah memutuskan apa yang kita perselisihkan di antara kita.

Wahai orang-orang berakal di kalangan Sunnah dan Syi`ah! Jangan sekali-kali memberi kesempatan para musuh Islam menghancurkan bangunan umat ini, melibas eksistensi mereka, menghapus jejak risalahnya dan mencemarkan segala kepercayaan sucinya.

Wahai orang-orang berakal di kalangan Sunnah dan Syi`ah! Haramkanlah segala fatwa yang membolehkan membunuh, menumpahkan darah dan mengobarkan api permusuhan, kebencian dan kedengkian. Kita semua, Sunnah dan Syi`ah, menyerukan hidup berdampingan secara damai serta bersedia berdialog dengan kelompok-kelompok non-Muslim. Apakah kita harus gagal menjalani kehidupan damai antara kaum Sunnah dan Syi`ah? Siapa saja yang gagal memperbaiki urusan rumahnya sendiri, tidak akan berhasil memperbaiki urusan rumah orang lain.

Demi keuntungan siapakah terdengarnya suara sumbang busuk tak bertanggungjawab yang berseru: “Hai Syi`i, bunuhlah seorang Sunni, niscaya kau masuk surga!” Lalu dari arah yang lain terdengar suara: “Hai Sunni, bunuhlah seorang Syi`i sebagai penebus agar kau terhindar dari neraka!” Logika apa ini?! Akal apa ini?! Dalil apa ini?! Hujjah apa ini?! Bukti apa ini?!

Wajiblah kita berkata: “Hai Sunni, darah si Syi`i adalah suci; haram menumpahkannya! ” “Hai Syi`i, darah si Sunni adalah suci; haram menumpahkannya! “

Belum tibakah saat kita sadar dan mendengarkan suara hati nurani dan akal sehat serta panggilan agama? Jangan sekali-kali ada lagi pelanggaran atas keselamatan orang lain. Jangan ada lagi kezaliman. Jangan pula ada lagi provokasi di antara sesama kita. Jangan ada lagi upaya menyenamgkan hati para musuh, dengan mengoyak-koyak barisan-barisan kita sendiri. Jangan ada lagi upaya menghancurkan rumah-rumah kita dengan tangan-tangan kita sendiri. Jangan lagi ada upaya membunuh diri kita dengan pedang-pedang kita sendiri.

Barangkali yang terbaik untuk menghentikan pertikaian di antara Sunnah dan Syi`ah ialah dengan meniru apa yang dilakukan kaum badui (yang dimaksud tentunya di negeri Saudi Arabia—penerj) : setiap kali terjadi tabrakan di antara mobil-mobil mereka, mereka berkata: “Masing-masing memperbaiki mobilnya sendiri!” Segera pula masalahnya selesai, tanpa polisi lalu-lintas, tanpa denda tilang dan tanpa hukuman penjara!

Oleh sebab itu, wahai kelompok Sunnah dan Syi`ah, masing-masing kita “hendaknya memperbaiki kendaraannnya sendiri-sendiri! ” Allah swt telah memerintahkan kita agar memperlakukan kaum non-Muslim dengan perlakuan yang baik, sepanjang mereka tidak memerangi kita atau mengusir kita dari perkampungan- perkampungan kita. Sebagaimana dalam firman-Nya: “Allah tidak melarang kamu memperlakukan mereka yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari perkampungan- perkampungan kamu (Allah tidak melarang kamu) memperlakukan mereka dengan baik dan bersikap adil terhadap mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil.”

Begitulah perlakuan terhadap kaum non-Muslim. Perlakuan baik di sini artinya adalah mencegah diri jangan sampai mengganggu mereka, berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang terpuji dan hidup berdampingan dengan aman dan damai. Maka betapa pula dengan kelompok-kelompok sesama Muslim meskipun berbeda pandangan dan pendirian?? Apa yang dikatakan orang-orang lain ketika menyaksikan masing-masing kita menumpahkan caci-maki dan sumpah serapah ke alamat saudara kita sesama Muslim, penuh pelecehan dan penghinaan?? Saudara-saudara sekandung pun, jika mereka tidak mampu memperbaiki hubungan di antara mereka dan berdiri rapat dalam satu barisan, pastilah mereka itu dalam pandangan masyarakat menjadi rentan terhadap permusuhan, perpecahan, kegagalan dan kekalahan.

Mari kita tinggalkan pidato-pidato berapi-api yang penuh kebencian dan kata-kata kosong tak berharga sedikit pun, lalu kita semua kembali sebagaimana diperintahkan Allah swt: “Berpeganglah kamu sekalian erat-erat dengan tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai! ” (Diterjemahkan oleh M.Bagir)

___________________________________________________________________

Sememangnya sejarah telah menyaksikan sehingga hari ini, wujud jurang antara sunnah dan syiah sehingga sikap saling mencurigai itu bukanlah satu rahsia lagi. Ketika Ayatullah Khomeini berjaya menggulingkan Shah Iran pemerintah boneka Amerika pada tahun 1978-79, kelihatan jurang tersebut cuba dirapatkan. Ramai pemimpin gerakan Islam dari seluruh dunia termasuk Malaysia melawat Iran untuk mengikuti detik yang dianggap pada ketika itu sebagai bermulanya keruntuhan sekular di dunia Islam. Bagaimanapun Israel dan kuasa Kuffar cepat menghidu ancaman ini sehingga mempergunakan Saddam Hussin mengekang kemaraan Revolusi Iran. Hampir satu dekad Iran bergelumang menghadapi Iraq yang dilengkapi dengan senjata dari Amerika, sehinggalah tentera Iran telah berjaya masuk ke Iraq sehingga ke Basrah. Ketika itu barulah Saddam Hussin beralah yang membawa kepada perdamaian. Semasa krisis Iraq-Iran hampir keseluruhan negara Arab kecuali Syiria berpihak kepada Iraq. Pada ketika ini juga sentimen sunnah dan syiah ditonjolkan sehingga ada dari kalangan sunnah yang menganggap Iran jika berkuasa lebih bahaya dari Amerika dan Israel. Sememangnya terdapat dari kalangan syiah golongan yang tidak boleh bertolak ansur dengan sunnah sebagaimana juga di kalangan sunnah terdapat juga golongan tersebut.

Namun demikian kepimpinan Iran dilihat cuba merapatkan jurang tersebut sehingga menaja pendekatan ‘Taqrib Baynal Mazahib’ yang telah menimbulkan kecurigaan golongan ‘keras’ dalam sunnah dan syiah sendiri. Selepas peperangan Iraq-Iran usaha ini cuba disuburkan tetapi terus mendapat tentangan dari kedua-dua pihak dalam sunnah dan syiah. Akhirnya usaha merapatkan jurang mazhab itu terus hilang dan kecurigaan antara sunnah dan syiah semakin melebar. Kawasan yang paling hebat pertentangan sunnah dan syiah ialah Asia Selatan iaitu Pakistan, India dan Afghanistan. Di Pakistan pertentangan tersebut sehingga membawa kepada mengebom masjid dan melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh. Demikian juga di India tetapi tidaklah sampai ke peringkat pengeboman seperti di Pakistan. Manakala di Afghanistan selepas kejayaan Dr Abdullah Azzam menyatukan para kumpulan Mujahidin termasuk golongan syiah yang diwakili oleh Hizbi Wahdat sehingga menghalau keluar tentera Soviet Union, jurang itu kembali wujud sehingga pentadbiran Mujahidin selepas perang kucar-kacir.

Hasrat untuk mendirikan Kerajaan Islam di Afghanistan terus berkubur disebabkan bukan sahaja jurang antara mazhab tetapi juga jurang antara suku kaum. Negara Iran adalah antara negara pertama yang mengiktiraf Kerajaan Mujahidin yang dikuasai oleh golongan sunnah di Afghanistan. Malah beberapa
pimpinan sunnah Afghanistan seperti Hekmatayar mempunyai hubungan yang baik dengan Iran. Malangnya dasar ‘pecah dan perintah’ kuasa kuffar terus melemahkan umat Islam meskipun mereka sudah melakukan jihad yang cukup mengagumkan di Afghanistan. Sehingga kini Afghanistan terus bergolak dan tidak diketahui penghujungnya. Semasa tentera bersekutu yang dipimpin oleh Amerika menyerang Iraq dalam Perang Teluk tahun 1990, Iran mengambil sikap menentang tentera bersekutu walaupun tidak menzahirkan sokongan kepada Iraq. Di kalangan negara-negara Timur Tengah hanya beberapa negara yang mengambil sikap menentang Amerika termasuk Iran, Syiria dan Palestine. Dalam konteks hubungan luar antara negara-negara dunia Islam jelas menunjukkan Iran mengenepikan perbezaan mazhab. Bagaimanapun golongan ‘keras’ dari kalangan sunnah tetap mencurigainya dengan masih lagi mengekalkan tanggapan Iran lebih merbahaya daripada Amerika dan Israel. Selepas selesai Amerika dan Britain menceroboh Iraq dalam tahun 2004, kelihatan umat Islam Iraq dengan disertai mujahidin Arab yang lain mulai memberi tentangan yang sengit terhadap tentera musuh.

Difahamkan satu persidangan antara ulama terkemuka sunnah dan syiah telah diadakan bagi merapatkan jurang dan bersatu menghadapi musuh sebenar Amerika, Britain dan Israel. Golongan sunnah dan syiah bangkit serentak menentang tentera musuh. Bagi golongan sunnah yang berpusat antaranya di Tikrit termasuk juga dari kalangan Kurdis telah menggunakan beberapa nama kumpulan antaranya yang diketuai oleh Abu Musab al-Zarkawi. Golongan syiah pula diketuai oleh Muqtada al-Sadr yang dikenali sebagai tentera al-Mahdi. Tentera Amerika dan Britain telah menghadapi kekangan yang hebat apabila kedua-dua golongan sunnah dan syiah secara serentak berhadapan dengan mereka. Bagi melemahkan umat Islam sekali lagi golongan musuh melaksanakan dasar ‘pecah dan perintah’ dengan menaja demokrasi ‘ala-Amerika’ dan menonjolkan golongan syiahlah yang sepatutnya diberi kuasa kerana mereka majoriti. Lebih menarik lagi umat Islam di Iraq dibahagikan kepada tiga iaitu sunnah, syiah dan kurdis. Maka jurang mazhab dan jurang suku kaum sekali lagi digunakan untuk memecah dan sekaligus melemahkan tentangan umat Islam.

Tawaran demokrasi ini telah menarik minat Ayatullah Ali Sistani sehingga menggesa tentera pimpinan Muqtada al-Sadr meletak senjata meskipun pada peringkat awalnya beliau tidak bersetuju. Bila golongan syiah mula meletakkan senjata diikuti golongan kurdis (juga sunnah), maka kekangan yang dihadapi oleh tentera musuh semakin lemah. Tidak cukup dengan itu mula berlaku pula pengeboman di masjid-masjid milik syiah dan sunnah. Media Barat dengan pantas menggembar- gemburkannya sebagai peperangan antara mazhab. Insiden pengeboman masjid ini sukar untuk dipastikan siapakah dalangnya, tetapi yang jelas mereka yang berpegang kepada sunnah tidak akan tergamak mengebom masjid yang terletak di dalamnya makam Saiyidina Hussin ra (cucu Rasulullah) walaupun itu masjid syiah.

Di tengah-tengah kancah peperangan di Iraq, tiba-tiba Hamas memenangi pilihanraya di Palestine. Perkembangan terbaru politik di Palestine ini menimbulkan kebimbangan baru kepada Amerika dan sekutunya Israel. Maka berbagai langkah diambil termasuk sekatan dana antarabangsa sampai ke tangan kerajaan Hamas. Negara Iran mengambil sikap yang pro-aktif menyokong kepimpinan Hamas dengan mengenepikan jurang mazhab. Malah pemimpin Hamas, Khalid Mashal telah mengunjungi Iran menemui presidennya bagi mendapat sokongan. Di kalangan negara Timur Tengah malah negara-negara dunia Islam, Iran paling kehadapan membela Hamas. Di negara-negara dunia Islam yang lain sokongan datang dari gerakan Islam bukannya kerajaan. Negara Iran sendiri sedang menghadapi tekanan hebat daripada Amerika dan sekutunya Britain berhubung dengan program nuklearnya. Sepertimana kerajaan Hamas, Iran juga terkontang- kanting sendirian menghadapi serangan politik tersebut. Berbagai provokasi telah dilontarkan oleh Ahmadinejad seperti menghapuskan negara Israel dan peristiwa Holocaust, tidak mendapat sambutan negara-negara dunia Islam yang lain.

Maka tinggallah kerajaan Hamas yang mewakili sunnah dan kerajaan Iran yang mewakili syiah menghadapi tekanan berterusan daripada Amerika dan Israel di Timur Tengah. Kemuncak kepada tekanan tersebut ialah pencerobohan Israel di bumi Palestine dan Labenon dengan alasan membebaskan 3 orang tenteranya yang diculik. Presiden Iran, Ahmadinejad dengan tegas menyatakan pencerobohan di Palestine sebagai memerangi dunia Islam seluruhnya tanpa mengira sunnah atau syiah. Ketika Isreal sibuk menghadapi pejuang Islam di Palestine tiba-tiba Hizbullah mewakili golongan syiah yang pro-Iran melakukan serangan terhadap tentera Isreal di selatan Labenon. Ramai pihak menganggap tindakan Hizbullah ini adalah mewakili tindakan awal Iran, setelah Presiden Ahmadinejad mengishtiharkan perang terhadap Israel sebelumnya. Pemimpin Hizbullah sendiri Hassan Nasrallah menegaskan bahawa tindakan mereka adalah mewakili dunia Islam dengan tidak menyebut syiah atau sunnah. Kebangkitan bersama sunnah di Palestine dan syiah di selatan Labenon benar-benar memberi ancaman baru kepada Israel dan membimbangkan sekutunya Amerika. Namun demikian, timbul persoalan mungkinkah jurang sunnah dan syiah sekali lagi digunakan untuk melemahkan kekangan terhadap Israel. Yang terbaru media menyiarkan bagaimana roket yang dilancarkan oleh Hizbullah mengenai penempatan Arab di Israel.

Mungkinkah ini titik awal untuk melaksanakan dasar ‘pecah dan perintah’. Sememangnya jelas jurang sunnah dan syiah merupakan salah satu senjata yang sentiasa digunakan oleh Amerika dan sekutunya untuk melemahkan kesatuan umat Islam. Bagi umat Islam sendiri jurang itu seperti sesuatu yang mustahil untuk diruntuhkan. Meskipun ramai ulama termasuk Hassan al-Banna sendiri cuba mewujudkan kesatuan Islam tetapi sehingga hari ini ia sukar dicapai. Lebih menyulitkan terdapat pula golongan 'keras' dari kalangan sunnah dan syiah yang mahu jurang itu terus kekal sehingga mereka memperuntukan sebahagian umurnya begitu giat mencari perbezaan antara mazhab sunnah dan syiah. Walaupun usaha mendekatkan mazhab itu begitu sukar tetapi ia tidak mustahil sebagaimana juga menjernihkan hubungan antara Presiden Omar Basyir dan Dr Hassan al-Turabi (kedua-duanya sunnah) di Sudan selalu disebut ramai sebagai ‘very difficult but not impossible’. Maka usaha berterusan perlu diambil untuk mendekatkan semula mazhab sunnah dan syiah demi kesatuan umat Islam. Pilihan yang lain ialah kita terus berbalah antaranya tentang hal ehwal politik di zaman Saiyidina Ali sehingga kita mungkin akan melihat sekali lagi jurang sunnah dan syiah itu akan menguntungkan Israel.

Monday, November 1, 2010

Ciretera di Galas


Sudah 2 hari aku berada di Galas membantu jentera untuk berkempen terutamanya dalam membantu memenangkan hati rakyat dengan mengadakan program Khidmat kesihatan yang diketuai oleh Dr Najihah. Tadi sempat juga menziarah beberapa buah rumah di UPU Sungai Terah. Selepas ni ke UPU kampong pulai pula. Seronok sebenarnya bila menemani doktor-doktor memeriksa kesihatan rakyat jelata. Sambil memeriksa, sempat berborak tentang keluarga mereka, berapa org anak, umur berapa dan pastinya nasihat terakhir “Jangan Lupa Undi Bulen”. Terdetik dalam hati, kenapa la aku tak jadi doktor?? Hehe..waktu ni la mengingatkan aku tentang peristiwa sebelum menghadapi peperiksaan SPM. Kami sedang menjalankan experiment untuk mengetahui jenis darah semua pelajar dalam kelas ku. Entahlah, sebelum jari ini di cucuk oleh rakan, rasa pening di kepala dan dunia yang ku lihat berpusing-pusing. Bila aku membuka mata, aku lihat rakan-rakan memanggil namaku dan aku pun dah terlantar di bilik guru. Bukan sekali dua begini, sudah berkali-kali. Aku bertanyakan kepada ibu, pernah tak dia mengalami keadaan yang sama aku alami ini. Ibu cakap, bukan dia sahaja, moyang dia pun pernah menghadapi benda yang sama. Yang penting ibu cakap, kita kena kuat dan lawan perasaan kita. Alhamdulilah, sepanjang berada dengan Dr Najihah yang sentiasa melayan karenah pesakit sambil mengambil sampel darah, aku berjaya berdepan tanpa mengalami kepitaman atau kepengsaan secara mengejut.

Sudah 3 hari aku tak bertemu suami ku. Hari pertama dulu bila aku pergi ke Cameron menghadiri program Family Day Muslimat. Hari ni hari kedua aku ke galas hingga la ke hari ini. Rindu memang menebal. Tapi tak pernah aku tunjukkan mimik kerinduan muka ku ni kepada makcik-makcik muslimat. Dalam hati hanya ALLAH sahaja yang tahu. Aku rindu masak untuknya, rindu berbual depan-depan dengannya, namun inilah pengorbanan yang aku perlu tempuhi. Sebagai pejuang yang ingin menegakkan syariat Islam, inilah antara liku-liku kehidupan yang perlu ku tempuhi. Bila Dr najihah minta aku tangguhkan kepulangan ku hingga lepas Asar, aku terus message suami ku minta pendapat kerana pada asalnya aku merancang untuk balik selepas sarapan pagi. Namun suami tetap redha dengan pemergian isterinya yang kini jauh di Kelantan. Hati aku menangis. Tangisku tiada siapa yang dapat didengari. Aku bersyukur mendapat suami yang sangat memahami kondisi aku.

Dalam sibuk tubuhku membantu masyarakat di Galas, hati aku tidak keruan. Aku mendapat panggilan telefon dari secretariat university di Kuala Lumpur meminta aku menghantarkan Full Paper Research Study untuk Conference yang akan diadakan di Hotel Midvalley. Aku hanya diberi tempoh selama 3 hari dan diminta hantar selewatnya Isnin pagi. Hanya Allah sahaja yang tahu betapa sesaknya nafasku untuk menyiapkan paper tersebut. Pada hari sebelum berangkat ke Cameron, aku bawa sekali laptop dan beberapa paper journal untuk dijadikan rujukan. Bila ada masa terluang, aku cuba menyiapkan paper conference ku walaupun ketika itu semua muslimat lena diulik kesejukan berhawa dingin di bumi Cameron Highland ini. Sesekali terdengar juga nyalakan anjing di luar homestay mencari baki-baki makanan sisa dari barbecue yang diadakan malam itu. Aku kena siapkan cepat kerana esok pagi aku bersama adik-adik Nisa' akan menganjurkan 'games' bersempena dengan Family Day muslimat-muslimin. Tetapi sayangnya, kesejukan di waktu malam mengigit-gigit tubuh ku memaksa aku memejamkan mata. Hanya satu muka surat sahaja aku dapat siapkan. Ya ALLAH, bantu lah aku....berikan kekuatan dan kelapangan untuk aku menyiapkan tanggungjwab aku sebagai pelajar.

Namun begitu, setelah selesai program Family Day ini, kami semua berangkat ke Galas berkonvoi dengan beberapa buah kenderaan yang lain. Mulanya rancangan kami untuk pulang selepas maghrib, tapi keadaan yang sangat memenatkan selepas meninjau beberapa kawasan disana, kami berhenti di masjid lalu membentangkan apa yang ada di tangan kami dengan berbantalkan beg pakaian dan terus lena sambil hujan renyai-renyai menyanyikan melodi. Selepas bersarapan Dr Najihah meminta aku membantunya dalam pemeriksaan kesihatan sehinggalah petang. Dalam perjalanan pulang ke Seri Iskandar Perak, aku tidur dengan nyenyak kerana aku memerlukan tenga untuk menyiapkan Paper Conference sebelum dihantar ke secretariat sebelum esok harinya. Pukul 5 pagi, alhamdulilah aku berjaya menyiapkan nya walaupun tidak sempat disemak oleh supervisor ku. Namun aku berharap paper aku ini berjaya dipilih untuk dibentangkan di Internation Conference nanti. InshaALLAH....

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ


Artinya : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ


Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)


Monday, October 4, 2010

MASTER!! THESIS!! VIVA!!!


“Bila nak habis master?”, “Sudah tahun ke berapa dah ni”?, “Viva dah lepas ke?” , “Thesis dan writing ke”?


Itulah antara pertanyaan yang sering ditanya oleh sahabat-sahabat dan kakak-kakak bila aku berjumpa dengan mereka dalam beberapa sessi program yang dirancang. Kadang-kadang rasa tebalnya muka bila nak jawab balik pertanyaan mereka. Tidak pun, rasa berat hati nak pergi mana-mana program lebih-lebih lagi kalau bab ziarah menziarah sahabat-sahabat lama yang tinggal berjauhan.


Hmmm…bagaimana nak mula? Perit rasanya apabila menanggung seksa batin sebegini. Rasa nak terjun je dalam lombong, habis semua cerita. Tidak pun, nak je pergi ke Oversea, orang disana takkan tahu kisah hidup kita. Namun kalau sejauhmana pun kita berlari, masalah tetap membelungi dalam diri. Masalah akan hilang bila kita sendiri yang berupaya untuk berhadapan dan menyelesaikannya dengan sempurna.


Memang tak terbilang dengan jari berapa banyak dah titisan air mata ni mengalir. Sebelum ditaklifkan dengan jawatan tertinggi muslimat dalam IMPROF (NGO), dah niat dihati untuk berhenti je belajar. Kenapa? Teruk sangat ke Master yang aku ambil ni? Reseacrh, research….memang menarik, tapi kalau kerja berhempas pulas, ibarat buat seperti PHD, result pula entah betul entah tidak, rasa tak sanggup nak lagi untuk meneruskan perjuangan.


Ingat lagi masa meeting sebelum perlantikan AJK dibuat…”akak, najmin ni tak de apa jika dibandingkan dengan yang lain. Lantiklah mereka yang lebih berhak”….


Jawab Kak Faizah dan Kak Umi….”min ada Master”…


Terkedu sebenarnya bila jawapan itu yang diberi…akak…min belum habis Master, entah dapat teruskan atau tidak…tangisku dalam diam…namun aku gagahi juga perjalanan ku walaupun perit…terima apa yang tersurat…walaupun hati ini tidak dapat menerima secara tersirat…


Master ku berkenaan dehydration. Aku perlu buat satu development baru yang aku percaya bila sesuatu solid bercampur dengan solid tersebut akan dapat membantu menghasilkan product yang bagus. Bukan jual product kecantikan ye…tapi planning untuk mendapat product methane yang berkualiti selepas melalui beberapa process screening. Namun equipment untuk aku membuat experiment tidak disediakan di universiti. Maka bila berbincang dengan SV dan mendapat geran dari PETRONAS, jadi aku ‘terpaksa’ menghasilkan satu equipment baru yang kini dipanggil “Coalescer Performance Evaluation Test Rig”. Rasa nak je letak nama Najmin’s equipment, sekurang-kurang orang tahu bertahun-tahun aku menyiapkan equipment tu. Bermulalah dari tahap pertama aku perlu design, kemudian mencari supplier untuk fabricate sehinggalah trouble shoot berbulan-bula. Bila ada masalah yang berlaku, kena buat development yang baru…tak pun hantar balik beberapa unit ke US/UK. Tunggulah berbulan-bulan lagi.


Pernah sekali sebelum usrah bermula, adlina pernah tanya kenapa muka aku pucat. Tapi alasan yang diberi sebab penat. Hakikatnya baru penat menangis sebab mass Flow Controller tak berfungsi. Bila telefon supplier, supplier minta beli baru sebab warranty dah habis…bila tanya harga…mahu dekat RM10,000. Waktu tu memang bad mood. Cakap pada husband…nak berhanti juga, tapi husband suruh tunggu..kita trobleshoot sama-sama. Lepas 2 minggu, mass flow controller dah berfungsi semula…Syukur Alhamdulilah…Ini antara ujian yang ku terima…husband selalu ajar…kalau ada masalah ucapkan..”Alhamdulilah A’la Kulli Syaii” dan yakinlah ALLAH pasti membantu kita. Aku teruskan juga perjuangan untuk mendapatkan Sijil Master ku…pernah beberapa kali aku dan husband tidur di lab sampai pukul 4 pagi. Sebab data kena amik setiap 10 minit dan experiment kadang-kadang habis lebih dari 24 jam. Siap bentangkan toto dan bantal diatas lantai menghadap equipment. Kesian tengok husband..sanggup teman aku semata-mata untuk beri galakkan dan motivasi. Pada malam tu mata memang nak pejam, tapi bila nak tutup je mata, alarm telefon setiap 10 minit pun berbunyi. Memang tak sempat nak rehat. Bila dah tengah malam begitu, rasa badan pun tak sedap. Suasana hening membisu hanya kedengaran cengkirik yang mendendang kan lagu. Husband dah berdengkur waktu tu walapun tempat tidur tak selesa mana pun. Nak tengok kanan kiri tak berani…walaupun hakikat kita percaya bahawa manusia dicipta sebagai khalifah dan kita lebih baik dari makkhluk yang lain. Tidak perlu takut dan gentar dan percayalah ALLAH Maha Kuasa. Namun fikrah sebagai manusia, perasaan gentar tu tetap ada lebih-lebih lagi bila pakcik guard selalu je cerita kisah-kisah seram mereka lebih-lebih di block 3 (tempat experiment aku ni). Lastly, pukul 4 pagi tu terus kejutkan husband minta balik. Dengan alasan badan dah gatal-gatal sebab tak mandi pagi padahal penakut…Astaghfirullah…Minta AlLAH ampunkan dosa ku.


Pada mulanya aku nak beli Data Acquisition System (DAS) untuk rekod data secara auto. Bila telefon dengan syarikat CHINA (itu antara supplier yang paling murah), setiap usb harga RM 1000. Aku perlukan sekurang-kurangnya 5 USB… tak mampu…aku padamkan sahaja harapan untuk beli. Sepanjang experiment aku perlu buat secara manual…penat…. Alhamdulilah…tiba-tiba student aku beri idea untuk pakai web cam, letak di hadapan data. Mana nak cari web cam? Syukur, SV bagi pinjam secara percuma…maka bermula detik pertamanya aku merekod data secara auto dengan menggunakan web cam. Tak perlu tunggu sehingga 24 jam menghadap depan experiment lagi. Esok pagi dah dapat data. Terima kasih…..


Antara masalah yang lain ialah bila tenaga kita sebagai wanita tak segagah lelaki. Untuk membuka column, tenaga ku memang kalah. Nak minta tolong lelaki, kadang-kadang kena ikut masa mereka. Banyak kali juga buka column sendiri tanpa bantuan sesiapa. Rasa macam hebat je bila kita pegang spanar macam buat kerja lelaki. Masa mula-mula dulu nak cabut pipeline pun tak reti…tapi sekarang semua benda dah berani buka. Tapi mak selalu pesan, kalau nak buat kerja berat, kene kemut. Nanti rahim jatuh….. ntahlah, tapi alhamdulilah…tak pernah rasa sakit apa-apa lagi. Namun yang selalu bagi inspirasi yang baik adalah husband ku. Walaupun waktu tu dia ada meeting dengan SV, dia datang juga ke tempat ku semata-mata nak tolong buka kan column…..


Mungkin bagi yang mendengar dan melihat tidak merasa apa yang kita tanggung. Mungkin masalah yang kucerita ini tak banyak…tapi ujian yang kulalui tak terkata…energy supply untuk heating element 'trip', heater terbakar, moisture analyser tiada reading, pipeline tak cukup panjang, liquid carryover, methane gas tak cukup, saturation vessel tidak function, supplier mungkir janji, …macam –macam lagi. Paling mencabar sekali bila buat experiment dalam gelap. Saya dah pun telefon maintenance dan security UTP supaya jangan off kan lampu selepas pukul 11. (sebab lampu di UTP akan auto off selepas pukul 11). Bila dah terpadam dan call mereka semula, mereka sudah pun pulang ke rumah. 2-3 kali buat experiment menggunakan lampu handphone. Rasa dah tak sanggup nak bagi beban pada husband mendengar kisah-kisah sedihku…kadang-kadang nangis je sorang-sorang… berdoa pada ALLAH sebab ku tahu banyak dosa yang kulakukan, anggap sebagai kafarah atas dosa yang lalu….


Paling terbaru masalah yang pernah ku lalui minggu lepas bila nak beli barang dari Singapore. SV minta aku pakai duit ku dulu dalam RM 5000 sebab material tu nak pakai dalam masa seminggu. Kalau tunggu Finance UTP, kena tunggu berbulan-bulan. Tak mengapa, untuk mencari ilmu, perlukan pengorbanan. Aku pun keluarkan duit tabung haji dan terus transfer ke Singapore. Pun begitu setelah 2 minggu berlalu, Syarikat di Singapore belum terima kerana mereka tersalah bagi no akaun. Allah maha mengetahui, nasib baik transfer money tu pending. Sebab bila syarikat Singapore tu sudah terima, mereka minta kita datang ke Singapore untuk ambil barang. Yang pelik tu takde pulak kata dalam quotation/memo minta kita ke sana. Yang ada hanya “ Material will be delivered within one week after the payment”. Bila SV tahu pasal masalah ni, terus dia minta cancelkan pembelian dari mereka. Alhamdulilah la…Syarikat disana belum terima lagi, kalau tidak terpaksa bayar charge Remittance Transfer ke sana. Walaubagaimana pun duit saya masih belum diterima lagi. Bila telefon bank, mereka cakap makan masa sikit. Mungkin dalam 3-4 minggu. Tapi aku diberitahu duit tu berkurang disebabkan currency berubah. Tak mengapalah, asalkan dapat semula duit tu.


Mehnah, Tribulasi, Ujian, Obstacle…..namun anggaplah ini sebagai pengajaran dari ALLAH agar kita terus matang dan tidak mudah mengalah. Ada beberapa lecturer (termasuk Prof dari Japan) sebelum ni meminta aku claim kat Master ni sebagai PHD. Sebab scope kerja yang aku buat ni quite tough ala-ala standard PHD (ceewaah). Bila tanya kepada Head Deapartment PG, aku sepatutnya dah ada result masa 1 tahun setengah pengajian ku. Bila result tu dah publish to journal baru boleh continue another 1 and half year to complete PHD. Tapi aku sekarang dah 2 tahun setengah …mesti best kalau aku tukar ke coursework…entahlah..ada orang cakap masa tak flexible….waallhua’lam. Anggaplah apa yang kita lalui kerana bersesuaian dengan takdir yang telah ditentukan. Mungkin ini yang terbaik untuk ku. Maka disinilah aku ditempatkan.


Ya ALLAH, aku mohon kepada Mu agar Kau permudahkan setiap apa yang aku lakukan untuk menamatkan pengajian master ku. Walaupun banyak badai yang melanda, aku akan teruskan perjuangan ku. Walaupun banyak cakap-cakap dari orang yang menyakitkan hati, akan ku pekak kan sahaja kerana sesungguhnya ALLAH lah yang Maha Mengetahui setiap apa yang hambaNya lakukan dan tempuhi.

Wednesday, August 25, 2010

khubuz


Khubz (khubuz) merupakan makanan asas di timur tengah. Masa peperangan Iraq dulu, roti ini lah yang selalu dimasak dan dimakan oleh suami. Roti ni sgt sedap bila dimakan masa panas, dan pastinya ianya lebih berkhasiat dan halalal toyyibah hasil dari air tangan kita.
Bahan-bahan

1 paket yis
6 cawan tepung
2 sudu kecil garam
2 cawan air suam
Cara-cara memasak
yis, garam di'dissolve'kan dalam air suam. Buat ditengah2 lubang tepung, dan masukkan air+garam+yis sedikit demi sedikit dan diuli sehingga adunan dough terbentuk. uli selama 5-10 lagi minit. Kemudian cover dengan tuala, simpan dalam tempat yang tertutup (oven etc)dan biarkan dough tadi become double size selama 4-5 jam atau semalaman. selepas itu bentukkan dough yang kecil (sebesar buah orange), canai2 kan sehigga terbentuk size bulat. terpulang nak buat size besar mana. Kalau boleh jgn terlalu tebal nanti roti lambat masak. selepas sudah mendapat bentuk bulatan yang cantik, panaskan kuali, kuali tu mesti terbalikkan dan make sure kuali tu bersih dibahagian belakangnya. letakkan roti tu dan tunggu sehingga nampak bubble.bila dah make sure roti tadi dah masak, boleh hidangkan. kalau taknak hidangkan lagi tp nak maintan panas, cover dgn tuala lembab atau dalam plastik.
selamat mencuba!!

Monday, January 11, 2010

Berakhir sebuah penantian penuh kesabaran...

Cerita ini diambil dari mailgogglegroup ditulis oleh seorang wanita tentang datuk saudaranya. Nampak seakan-akan sebuah drama yang diplot dengan baik namun inilah cerita sebenar tentang cinta isteri yang menunggu kepulangan suaminya bertahun-tahun. Pun begitu jalan cerita nya masih belum lengkap kerana masih ada perkara yang belum dirungkaikan lagi. Moga pengisian yang ingin disampaikan dapat memberi peringatan dan pengajaran bagi yang membacanya.
From: Fauziah Mohd Noor <fauziahuia@yahoo. com>
Assalamualaikum. ..salam sejahtera untuk semua sahabat dan warga SIM. Mudah2an kita semua sentiasa berada di dalam keberkatan dan rahmat Yang Esa.Kepada kawan-kawan yang sudi membaca tulisan saya, saya ingin menceritakan kisah berakhirnya sebuah penantian dan kesabaran seorang wanita.


Ketika saya masih kanak-kanak, ibu saya memberitahu saya..seorang bapa saudara kepada ayah saya sudah lama berada di luar negara. Kata ibu saya, datuk saudara saya itu meninggalkan keluarganya termasuk isteri dan 3 org anak. Ketika ditinggalkan oleh datuk saudara saya, nenek saudara saya sedang hamil anaknya yang ketiga. Kejadian itu berlaku pada tahun 1945. Sebagai kanak-kanak saya hanya mendengar cerita itu dan tidak mengambil tahu apa yang berlaku selepas itu.

Pada tahun 1992, sebelum saya berlepas ke England untuk menyambung pelajaran, bapa saudara saya memberikan saya sekeping kertas kecil. Di atas kertas tersebut tertulis nama seorang lelaki dan alamat lelaki tersebut di Cardiff. Saya bertanya, ini alamat siapa? Bapa saudara saya kemudian menjelaskan itu adalah alamat rumah dan nombor telefon datuk saudara saya yang sedang menetap di Cardiff, di wilayah Wales. Bapa saudara dan ayah saya sama2 berpesan kepada saya, "jangan lupa cari Tok Long dan keluarganya. " Saya cuma berkata, "InsyaAllah, saya akan cuba..tapi jangan terlalu berharap."

Bulan Mei 1993, saya berjaya menghubungi datuk saudara saya, tetapi waktu itu saya hanya bercakap dengan seorang anak tirinya yang bernama Rayner. Daripada perbualan itu saya mendapat tahu, datuk saya telah bernikah dengan seorang wanita German dan mendapat dua orang anak perempuan yang masing2 telah bernikah dan mempunyai anak2. Kami mengatur pertemuan, dan saya meminta mereka menunggu saya, suami dan anak saya berusia 2 tahun waktu itu di stesyen keretapi Cardiff. Sesampainya di Cardiff kami dijemput oleh anak kedua datuk saudara saya bernama Z dan suaminya, lelaki berkulit putih. Setengah jam kemudian kami akhirnya bertemu dengan datuk saudara saya yang telah meninggalkan Malaysia sejak tahun 1945. Anak2 dan cucu2nya menyambut kedatangan kami dengan mesra. Saya meminta izin datuk saudara saya utk bermalam di rumahnya malam itu. Selepas anak2 dan cucu-cunya pulang, saya, suami dan datuk saudara berbual panjang.

Sukarnya memahami bahasa datuk saudara saya. Bahasa melayunya berbunyi seakan-akan bahasa Indonesia dan saya berasa seperti berada di zaman 50an. Datuk saudara saya bertanya, bagaimanakah keadaan MALAYA sekarang? Saya memberitahu, sekarang negara kita dipanggil MALAYSIA...bukan MALAYA lagi tok long. Malam itu beliau bercerita bagaimana rindunya beliau kepada ibubapanya (moyang saya), kakak-kakak dan adiknya, isteri dan anak-anaknya. Dan saya masih ingat kata-kata tok long, " Cucu...hajat datuk cuma satu. Datuk mahu mati di Malaya.Datuk mahu jumpa ibu, isteri dan anak-anak datuk. " Tok long juga memberitahu saya bahawa selama ini dia amat merindui keluarganya di Malaysia. Dia cuma menulis surat kepada keluarganya selepas isterinya yang berbangsa German itu meninggal dunia pada tahun 1991. Saya memberitahu tok long, selepas tamat pengajian pada bulan Oktober 1993, saya akan kembali ke Malaysia dan saya mengajak datuk pulang bersama-sama saya. Tapi tok long berkata, "nantilah datuk fikirkan." Oktober 1993, sebelum pulang ketanahair, saya sempat bertemu toklong dan beliau berpesan kepada saya, "Beritahu semua keluarga datuk di sana, datuk akan pulang secepat mungkin."

Berita pertemuan saya dan tok long memberi harapan baru kepada keluarganya, terutama isteri dan anak2nya. Anak bongsu yang berada di dalam kandungan ketika ditinggalkan, sudah berumur 48 tahun waktu itu.Sudah beranak cucu.....Paling mengharukan saya ialah betapa sabarnya isteri tok long menunggu kepulangan suaminya.Walaupun berkali-kali dinasihatkan supaya meminta fasakh dari mahkamah...tetapi isteri tok long tetap mahu menunggu dengan keyakinan, suaminya yang tercinta..akan pulang ke pangkuan dia dan anak-anak. Waktu itu isteri datuk telah mula nyanyuk dan kadang-kadang tidak mengenali anak cucunya lagi.

1995, saya mendapat panggilan dari anak tirinya Rayner...datuk akan pulang ke tanahair pada bulan Januari 1995. Berita gembira itu saya sampaikan kepada anak-anaknya dan saudara mara yang lain. Di lapangan terbang Subang..Januari 1995 pagi itu (saya tidak ingat tarikhnya), tok long sampai dari England. Anak bongsunya yang ditinggalkan ketika masih dalam kandungan menunggu di lapangan terbang bersama-sama saya dan bapa saudara. Sebaik saja ayah dan anak bersalam...saya melihat anaknya bukan lagi menangis, tapi meraung sekuat hati semasa memeluk ayahnya. Tapi tok long cuma bergenang airmata dan memujuk anaknya berkali-kali. ."Jangan menangis lagi, bapak kan sudah pulang." Saya melihat bagaimana anak lelakinya memegang erat tangan ayahnya seperti tidak mahu kehilangan ayahnya sekali lagi.

Dari Kuala Lumpur, datuk dibawa ke Chemor untuk bertemu isteri dan dua orang anaknya. Anak-anak yang merindui ayah mereka menangis semahu-mahunya waktu memeluk ayah mereka. Tetapi saat paling mengharukan, apabila isteri datuk saudara saya yang mengalami penyakit nyanyuk dapat mengenali suaminya sebaik saja datuk memberi salam kepadanya. Soalan pertama yang ditanyakan kepada tok long ialah " Ini abang Lah kan?" Semua saudara-mara menangis melihat suami isteri yang berpisah hampir 50 tahun itu berpelukan. Penantian dan kesabaran seorang isteri menanti suami selama 50 tahun akhirnya menjadi kenyataan.

Saya mendapat tahu, bagaimana gembiranya datuk bersama isteri dan anak2 serta cucu cicitnya. Sesekali dia menyebut dia merindui dua orang anak perempuannya di England.. "Datuk dah mengajak mereka pulang bersama datuk, tetapi mereka tidak mahu ikut datuk." Saya cuma memujuk dengan mengatakan, insyaAllah satu nanti mereka pasti akan datang ke Malaysia.September 1995, saya sedang berpantang selepas melahirkan anak saya yang kedua, Amir Zuhdi. Malam itu saya mendapat berita datuk saudara saya telah kembali ke rahmatullah di pangkuan isteri dan anak-anaknya. Menitis airmata saya bila teringat kata-katanya pada tahun 1993, "Cucu...hajat datuk cuma satu. Datuk mahu mati di Malaya.Datuk mahu jumpa ibu, isteri dan anak-anak datuk."

Betapa besarnya kuasa Allah...memberi peluang kepada isteri yang bersabar selama 50 tahun bertemu dengan suami yang dicintainya. Menunaikan impian seorang suami bertemu isteri dan anak-anaknya, saudara maranya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di MALAYA tanah tumpah darahnya. Kali ini datuk pergi dan tidak akan kembali lagi. Saya cuma pilu bila terkenang hajat beliau yang ingin melihat anak-anaknya di England hidup brsamanya di Malaysia..tetapi tidak kesampaian. Isteri datuk saudara saya, wanita cekal dn tabah itu kembali ke rahmatullah 3 tahun selepas itu pemergian datuk..

Moral of the story..pengajaran bagi saya ialah bersabar itu amat penting di dalam kehidupan berumahtangga. Cuma saya tidak pasti masih adakah wanita seperti isteri Allahyarham datuk saudara saya. Tapi saya yakin, wanita tabah ini dapat bersabar kerana adanya sokongan daripada keluarga dn sahabat handainya. Dia juga yakin akan ada sinar bahagia di hujung penantiannya yang dipenuhi dengan kerinduan.

Dan hari ini bila melihat kes perceraian yang bertimbun-timbun di mahkamah Syariah saya bertanya kepada diri saya sendiri..."Kenapa hari ini ramai yang terlalu mudah melafazkan cerai..terlalu mudah meminta cerai? Di mana silap kita...di mana kelemahan kita? Moga kita semua mampu bersabar diuji. Tetapi saya juga yakin kesabaran itu ada batasnya. Dan saya juga yakin setiap insan berhak mendapat kebahagiaan di dalam hidupnya.

Akhir kata...Al-Fatihah. .utk semua yang telah pergi meninggalkan kita. Mudah2an mereka semua sentiasa diberkati oleh Allah yang maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

"Berpisah kita...selamanya. yang tinggal hanyalah kenangan. diiring doa dn airmata..yang pergi tak akan kembali lagi.amalan dan taqwa, jadi bekalan.." (Nasyid pergi tak kembali-Asri)

"Ya Allah, jadikan kami hamba2Mu yang soleh dan bersabar"
wassalamDr fauziah

Monday, January 4, 2010

10 Muharam, fadhilat berpuasa dan kisah syahid Husain di Karbala , Iraq


Selamat menyambut hari Asyura kepada semua warga Islam. Pada hari ini umat islam disunatkan berpuasa kerana banyak peristiwa yang berlaku pada hari kesepuluh Muharam bagi mencerminkan kegemilangan umat Islam ketika itu. Menurut tradisi masyarakat Islam, Nabi Muhammad SAW melakukan puasa Asyura sejak di Makkah lagi. Ini bersesuaian dengan hadis nabi yang menyatakan

A’isyah r.a berkata maksudnya: “Rasulullah SAW telah mengarahkan supaya berpuasa pada hari A’syura, dan apabila telah difardhukan puasa Ramadhan, maka sesiapa yang hendak berpuasa (hari A’syura) maka dia boleh berpuasa, dan sesiapa yang hendak berbuka maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa)”. (Riwayat al-Bukhari & Muslim).

Daripada ‘Aisyah r.a berkata yang bermaksud: “Orang-orang Quraish di zaman jahiliyah berpuasa pada hari ‘Asyura, dan Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari A’syura. Maka apabila Baginda datang ke Madinah, Baginda berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang ramai berpuasa. Apabila difardhukan kewajipan puasa Ramadhan, ditinggalkan puasa pada hari ‘Asyura lalu Baginda bersabda: "Sesiapa yang mahu, maka dia boleh berpuasa, dan sesiapa yang tidak mahu berpuasa, maka dia boleh tinggalkannya". (Riwayat al-Bukhari & Muslim)

Daripada hadith-hadith di atas ini, dapat kita fahami bahawa puasa pada hari ‘Asyura merupakan satu perkara yang wajib sebelum difardhukan puasa Ramadhan. Apabila difardhukan puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijrah, maka kewajipan ini telah di gugurkan. Namun ianya tetap digalakkan dan merupakan salah satu daripada sunnah yang sangat dituntut. Inilah antara kesimpulan yang disebut oleh al-Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani (wafat 852H) dan al-Imam Muslim (wafat 676H) ketika menghuraikan hadith-hadith tentang puasa ‘Asyura ini.


(Rujuk Fath al-Bari, Kitab al-Saum, Bab Siyam Yaum ‘Asyura, 4/309, dan al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, Bab Saum Yaum ‘Asyura’ 4/245).

Fadhilat Puasa Hari ‘Asyura


Sesungguhnya kelebihan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi sesiapa yang mengamalkan puasa sunat ini amatlah besar. Antaranya ialah apa yang diriwayatkan oleh Qatadah maksudnya:

“Bahawasanya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, lalu Baginda SAW menjawab: "Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu". (Hadis sahih riwayat Imam al-Tirmizi).


Selain daripada berpuasa pada hari ‘Asyura ini, kita juga digalakkan untuk berpuasa pada hari sebelumnya iaitu hari ke-9 pada bulan Muharram. Ini berdasarkan beberapa hadis sahih, antaranya ialah:

Daripada Ibn Abbas r.a berkata (maksudnya): “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura, Baginda turut mengarahkan orang ramai supaya turut berpuasa. Lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang dibesarkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu Rasulullah SAW bersabda lagi: "Sekiranya di tahun depan, jika diizinkan Allah, kita akan berpuasa pada hari ke-9". Ibn Abbas berkata: Tidak sempat munculnya tahun hadapan, Rasulullah SAW wafat terlebih dahulu.” (Riwayat Imam Muslim)

Imam al-Nawawi (wafat 676H) dalam menghuraikan hadis-hadis ini telah menukilkan pendapat Imam al-Syafie dan ulamak di dalam mazhabnya, Imam Ahmad, Ishak dan yang lain-lain bahawa mereka semua ini berpendapat bahawa disunatkan berpuasa pada hari ke-9 dan hari ke-10, kerana Nabi SAW berpuasa pada hari ke-10 (‘Asyura) dan berniat untuk berpuasa pada hari ke-9 (tahun berikutnya). Imam al-Nawawi menyambung lagi: “Sebahagian ulamak berpendapat bahawa kemungkinan sebab digalakkan berpuasa pada hari ke-9 dengan hari ke-10 ialah supaya tidak menyamai dengan amalan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10”. (Rujuk: al-Minhaj syarh Sahih Muslim, Bab al-Siyam, ( Beirut : Dar al-Ma’rifah , cet.7, 2000), jil 4, hal. 254).

Peristiwa pada bulan Muharam

Antara peristiwa besar yang berlaku kepada Nabi dan tokoh Islam pada bulan Muharam ialah apabila Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya diselamatkan dari banjir besar selama enam bulan dan bahtera baginda selamat berlabuh di puncak pergunungan. Nabi Ibrahim a.s. dilahirkan di kawasan pedalaman dan terselamat dari buruan Raja Namrud. Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan Allah dari api Raja Namrud. Nabi Yusuf a.s. dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun. Nabi Yaakub a.s. telah sembuh buta matanya ketika kepulangan anaknya Nabi Yusuf di hari tersebut. Nabi Ayub a.s. disembuhkan dari penyakitnya. Nabi Musa a.s. telah diselamatkan daripada tentera Firaun dan berlakunya kejadian terbelahnya Laut Merah. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.. Nabi Yunus a.s. selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam. Nabi Sulaiman a.s. dikurniakan Allah kerajaan yang besar. Nabi Isa a.s. diangkat ke syurga ketika diburu oleh tentera Rom untuk menyalib baginda dan Saidina Hussein ibni Ali telah syahid akibat dibunuh dengan kejam di Karbala oleh tentera khalifah Bani Umaiyyah.




Syahidnya Husain bin Ali

Tanggal 10 Muharram 61 H atau tanggal 10 Oktober 680 merupakan hari pertempuran Karbala yang terjadi di Karbala, Iraq. Pertempuran ini terjadi antara pasukan Bani Hasyim yang dipimpin oleh Husain bin Ali iaitu cucu Rasulluah beranggotakan sekitar 70 orang melawan pasukan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad, atas perintah Yazid bin Muawiyah. Yazid merupakan khalifah Umayyah pada ketika iitu. Mengikut sejarah dan cerita suami, Yazid merupakan seorang pemerintah yang kejam, suka berjudi dan minum arak. Kerana benci dan tamakkan kuasa, Yazid telah menyeksa rakyat nya sebagai umpan agar Husain akan datang menyelamatkan mereka. Pada hari itu hampir kesemua pasukan yang dipimpin oleh Husain bin Ali termasuk diri Husain sendiri syahid dibunuh, kecuali pihak perempuan, serta anak Husain yang sakit bernama Ali bin Husain. Diceritakan juga, Husain dibunuh dengan sangat kejam apabila tangannya dipotong dan kepalanya dipancung. Badannya diheret oleh kuda. Masyarakat di Karbala ketika itu rasa menyesal teramat sangat kerana merekalah yang telah meminta Husain untuk datang menyelamatkan mereka semasa hari penyeksaan berlaku tetapi sudah ditakdirkan Husain mati dibunuh. Bagi pemikiran mereka, kalau bukan mereka yang memanggil Husain untuk menyelamatkan mereka, pasti Husain tidak dibunuh dengan sebegitu kejam.

Sebagai seorang yang warak dan bertaqwa, hakikatnya Husain sudah tahu bahawa ajalnya akan tiba di Karbala. Namun beliau tetap menyahut seruan Jihad dan lebih rela mati syahid daripada mati biasa. Selepas peristiwa syahidnya Husain, masyarakat syiah akan menyambut perayaan Asyura setiap 10 Muharram bagi mengingati peristiwa kematian Husain. Cara perayaan mereka adalah dengan melukakan diri sendiri tanda menyesal akan kematian Husain. Bayi dan kanak-kanak juga telah dilatih untuk melukakan diri sendiri dan sehingga hari ini peristiwa ini telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Syiah disana. Semasa perayaan ini, beratus-ratus askar akan menjadi pengawal untuk menjaga keselamatan di Karbala kerana puak sunni akan mengganggu perayaan yang disambut. Menurut suami juga, semasa perayaan ini, satu majlis makan secara besar-besaran akan diadakan. Setiap rumah akan memasak makanan dan dihidangkan dalam periuk yang besar. Alhamdulilah, suami bukanlah dari golongan syiah. Dia juga tidak bersetuju dengan pegangan Syiah yang menyambut perayaan ini dengan melukakan diri sendiri. kerana dalam Hadith menyebut :

Bukanlah daripada golongan kami sesiapa yang menampar-nampar pipi, mengoyak-ngoyakkan pakaian serta berteriak dengan teriakan kaum jahiliah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)